MENU Jumat, 11 Sep 2026

Hampir Satu Dekade Bersama BRI, Dwi Astuti Ubah Tempat Usaha Jadi Layanan Transaksi Warga

waktu baca 3 menit
Sabtu, 5 Sep 2026 05:11 0 13 admin

KEDIRI – Sebuah usaha yang dirintis dari skala sederhana pada 2015 kini berkembang menjadi tempat yang turut membantu kebutuhan transaksi keuangan masyarakat. Hal itu dijalani Dwi Astuti, warga Kelurahan Pakunden, Kota Kediri, yang kini menjalankan usaha sekaligus menjadi BRILink Agen.

 

Perjalanan Dwi bersama BRI berlangsung secara bertahap. Sebelum menjadi agen, ia lebih dulu memanfaatkan layanan perbankan BRI untuk mendukung pengembangan bisnisnya.

 

Dwi memulai usaha dengan membuka bengkel perbaikan ban sepeda. Selain itu, ia menjual ban dan oli serta mengembangkan toko ATK dan perlengkapan sekolah.

 

Pada 2016, Dwi mendapatkan KUR BRI yang digunakan untuk menambah modal usaha. Dana tersebut antara lain dimanfaatkan membeli mesin fotokopi, printer, etalase, serta perlengkapan ATK.

 

Dari pengalaman sebagai nasabah tersebut, Dwi kemudian melihat peluang untuk menambah kegiatan usaha dengan bergabung sebagai BRILink Agen. Tempat usahanya pun sekaligus menjadi titik layanan transaksi bagi masyarakat sekitar.

 

“Alhamdulillah, ada manfaatnya bermitra dengan BRI. Tambah-tambah pemasukan buat membantu uang sekolah anak,” ujar Dwi.

 

Berbagai kebutuhan transaksi dapat dilayani di tempat tersebut. Warga dapat melakukan pembayaran tagihan listrik, pengisian saldo dompet digital, transfer antarbank hingga transaksi perbankan lainnya.

 

Dalam sehari, Dwi rata-rata melayani sekitar 50 transaksi. Saat ada momentum tertentu, terutama penyaluran bantuan pemerintah, jumlah transaksi dapat meningkat hingga lebih dari 100 transaksi per hari.

 

Dwi mengatakan keberadaan agen lain di sekitar wilayahnya menjadi bagian dari persaingan yang harus dihadapi. Meski demikian, ia tetap berusaha mempertahankan aktivitas layanan dan memberikan pelayanan kepada pelanggan.

 

“Paling kendalanya kalau pas ada gangguan sistem atau teknis saja. Selebihnya disyukuri saja,” ungkap Dwi.

 

Pemimpin BRI Branch Office Kediri Adi Nugroho mengatakan pengalaman Dwi memperlihatkan bagaimana sebuah kemitraan dapat berjalan bersamaan dengan pengembangan usaha.

 

“Perjalanan Ibu Dwi menjadi contoh bagaimana BRILink Agen dapat tumbuh bersama usaha yang dijalankan masyarakat. Tidak hanya memberikan kemudahan transaksi bagi warga sekitar, keberadaannya juga menciptakan peluang tambahan pendapatan bagi agen dan mendukung aktivitas ekonomi di lingkungannya,” ujar Adi Nugroho.

 

Menurut Adi, BRI terus mendorong pengembangan ekosistem BRILink Agen sebagai bagian dari perluasan inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

Hingga Juli, jumlah BRILink Agen di wilayah BRI Kediri mencapai 7.605 agen. Jaringan tersebut mencatat 2.372.182 transaksi dengan sales volume sebesar Rp2,73 triliun.

 

“BRI berharap para mitra BRILink Agen dapat terus berkembang dan memberikan layanan yang semakin baik kepada masyarakat. Dengan jaringan yang semakin dekat, masyarakat dapat memperoleh layanan keuangan dengan lebih mudah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di daerah,” tambah Adi.

 

Dwi berharap usaha yang telah dibangunnya sejak 2015 dapat terus bertahan dan berkembang. Ia juga ingin layanan BRILink Agen yang dijalankannya tetap memberikan manfaat bagi warga di sekitar tempat usahanya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA