MENU Sabtu, 12 Sep 2026

Pulang dari Malaysia, Edi Bangun Peternakan Ayam di Tulungagung dan Kembangkan Usaha dengan KUR BRI

waktu baca 3 menit
Senin, 31 Agu 2026 11:04 0 24 admin

Pilarpubliknews.com – Setelah meninggalkan pekerjaannya di Malaysia dan kembali ke Tulungagung pada 2017, Edi Suwanto memilih membangun sumber penghidupan dari usaha yang dikelolanya sendiri. Ia memulai peternakan ayam petelur di Dusun Apakbranjang, Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban.

 

Tidak langsung dalam skala besar, Edi mengawali peternakan dengan sekitar 1.500 ekor ayam. Dari waktu ke waktu, usaha tersebut dikembangkan dengan menyesuaikan kemampuan dan kebutuhan operasional.

 

Kesempatan untuk memperbesar usaha datang pada 2024 setelah Edi mendapatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Dana pembiayaan digunakan untuk menambah kapasitas kandang dan meningkatkan populasi ayam petelur.

 

Penambahan populasi membuat kemampuan produksi ikut meningkat. Hasil telur yang dipasarkan pun bertambah sehingga memberikan pengaruh terhadap perputaran dan omzet usaha.

 

“Sejak mendapatkan fasilitas KUR dan pendampingan dari petugas BRI, usaha saya bisa terus berkembang. Populasi ayam meningkat dan tentunya ikut berdampak pada omzet usaha. BRI juga rutin memberikan pendampingan dan informasi mengenai layanan yang bisa mendukung usaha saya,” ujar Edi.

 

Kesibukan mengurus peternakan membuat Edi membutuhkan layanan transaksi yang praktis. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, ia menggunakan BRImo, antara lain untuk transaksi penjualan telur dan pembayaran pakan yang menjadi kebutuhan rutin peternakan.

 

Selain transaksi digital, persoalan penyetoran uang tunai juga menjadi bagian dari aktivitas usaha. Edi memanfaatkan layanan cash pick up ketika menerima pembayaran penjualan telur secara tunai.

 

Layanan tersebut memungkinkan proses penyetoran dilakukan dengan bantuan petugas BRI yang datang ke lokasi peternakan. Dengan demikian, Edi tidak harus meninggalkan kandang ketika sedang menangani aktivitas usaha.

 

“Cash pick up sangat membantu karena ketika ada pembayaran hasil penjualan telur secara tunai, saya tidak perlu meninggalkan peternakan untuk melakukan penyetoran. Petugas BRI datang memberikan layanan, sehingga saya bisa tetap fokus mengurus usaha,” ungkap Edi.

 

Dukungan yang diterima Edi juga tidak hanya berupa pembiayaan. Ia mengatakan Mantri BRI secara berkala melakukan pendampingan sekaligus menyampaikan informasi mengenai perkembangan produk dan fitur layanan perbankan.

 

“Yang saya rasakan bukan hanya dukungan pinjaman KUR. Petugas BRI juga terus mendampingi dan memberikan update mengenai fitur maupun produk layanan BRI. Ini membantu saya dalam menjalankan usaha dan mengelola kebutuhan transaksi,” tambahnya.

 

Pgs. Branch Office Head BRI Tulungagung Mochamad Agus Mirwan menjelaskan bahwa pelaku UMKM membutuhkan dukungan yang dapat mengikuti perkembangan usaha mereka.

 

“KUR memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnisnya. Namun bagi BRI, dukungan kepada UMKM tidak berhenti pada pembiayaan. Kami juga terus melakukan pendampingan dan menghadirkan berbagai layanan yang dapat membantu aktivitas usaha,” ujar Agus.

 

Menurut dia, pemanfaatan berbagai layanan perbankan dapat menjadi bagian dari upaya pelaku usaha dalam mengelola kegiatan bisnis secara lebih efektif.

 

“Pak Edi menjadi salah satu contoh nasabah yang memanfaatkan ekosistem layanan BRI untuk mendukung perkembangan usahanya. Kami ingin layanan perbankan semakin dekat dengan aktivitas nasabah. Bahkan melalui cash pick up, layanan BRI dapat hadir langsung di lokasi usaha sehingga nasabah dapat tetap fokus menjalankan bisnisnya,” tambah Agus.

 

Kisah Edi menunjukkan proses pengembangan usaha yang dilakukan secara bertahap. Dari peternakan dengan populasi awal sekitar 1.500 ekor, ia terus meningkatkan kapasitas usaha dengan memanfaatkan pembiayaan sekaligus layanan perbankan yang tersedia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA