MENU Minggu, 19 Apr 2026

Pemerintah lamban menindaklanjuti saluran sungai Beji mengakibatkan Dusun gambiran banjir lumpur 

waktu baca 2 menit
Rabu, 8 Jan 2025 10:16 0 91 admin

Pemerintah lamban menindaklanjuti saluran sungai Beji mengakibatkan Dusun gambiran banjir lumpur

 

PASURUAN,Pilarpubliknews.com

Warga Dusun Gambiran, Desa Bandaran Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan, Rabu (8/1/25) kembali menuntut perhatian pemerintah Daerah ataupun pusat terkait persoalan banjir yang kerap melanda daerah mereka. Sejak musim hujan tiba, banjir semakin sering terjadi akibat buruknya kondisi drainase dan tidak adanya normalisasi di sungai Beji yang selama ini menjadi jalur pembuangan air utama.

 

Salah seorang warga, Abdul Karim (56), mengungkapkan keresahannya, “Setiap kali hujan deras, air meluap bersamaan dengan lumpurnya ke rumah-rumah warga. Desa sudah berkali-kali mengajukan permohonan agar pemerintah segera membangun plengsengan sekalian paravet, tapi belum ada tindakan sampai sekarang.”ujar Kang Karim panggilan akrabnya.

 

Hal serupa juga disampaikan oleh warga yang lain. Ia menyebut bahwa kondisi tanggul sungai Beji yang dipenuhi lumpur dan sampah menjadi salah satu penyebab utama banjir. “Kami hanya bisa bergotong royong seadanya untuk membersihkan, tetapi tanpa alat berat dan dukungan dari pemerintah, pekerjaan ini tidak efektif,” katanya.

 

Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan normalisasi dan pembangunan tanggul. Selain itu, mereka juga meminta adanya perbaikan infrastruktur saluran air agar banjir bisa diminimalisasi.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah desa mengaku sudah menyampaikan laporan ke dinas terkait dua kali melalui pengajuan proposal, namun pengerjaan masih belum ada tanggapan,”ujar Kepala Desa Bandaran Tohari.

 

Namun, warga menegaskan bahwa banjir yang terus terjadi telah merugikan mereka secara materiil dan emosional. Mereka berharap pemerintah tidak hanya memberikan janji, tetapi segera merealisasikan tindakan nyata sebelum musim hujan semakin parah.

Agus

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA