Ubah Limbah Jadi Pupuk L-Gro” Mahasiswa KKN bersama Kelompok Tani Suren Manfaatkan Air Leri sebagai POC
Pilarpubliknews.com jember
Mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 189 mengadakan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) bersama kelompok tani di Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember.
Kegiatan yang dihadiri oleh 21 petani ini disambut baik oleh kelompok tani setempat sebagai sarana berbagi pengetahuan dan inovasi baru untuk membantu pengembangan pertanian di Desa Suren. Minggu (11/8/2024).
Pupuk yang diberi nama L-Gro ini berbahan dasar air leri atau lebih dikenal sebagai air limbah cucian beras yang dicampur dengan bahan organik lainnya seperti EM4 dan molase untuk kemudian difermentasi. Fermentasi ini menghasilkan mikroorganisme local (MOL) yang membantu mempercepat dekomposisi bahan organik dan meningkatkan kandungan nutrisi dalam pupuk. Penggunaan pupuk organik cair dari limbah cucian beras tersebut dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah dengan cara memperbaiki pH tanah dan bertujuan untuk mendukung pertanian secara berkelanjutan.
“Kami senang bisa berkolaborasi dan berdiskusi dengan mahasiswa KKN dalam kesempatan ini,” ucap Pak Tika selaku ketua kelompok tani Desa Suren.
“Kami jadi tahu kalau ada alternatif selain pupuk kimia. Bahannya juga mudah didapat dan kalau dihitung-hitung biayanya lebih murah daripada membeli pupuk kimia. Pembuatannya juga lebih mudah dari pupuk yang biasanya kami pakai,” tambahnya.
Dengan adanya inovasi ini, air leri yang biasanya dianggap sebagai limbah dan mencemari lingkungan dapat diolah kembali menjadi pupuk organik yang memiliki nilai
tambah pada sektor pertanian.
L-Gro dianggap lebih ramah lingkungan karena dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, para petani dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang apabila digunakan secara terus-menerus akan menimbulkan dampak negatif seperti tanah mengeras, terganggunya keseimbangan lingkungan, pencemaran air, dan bahkan berpotensi sebagai pemicu gangguan kesehatan.
“Sebenarnya pupuk ini pernah saya buat sebelumnya dalam kegiatan PPL sekitar satu tahun yang lalu. Saat itu saya coba pada tanaman cabai dan melon. Hasilnya sangat bagus dan pertumbuhannya lebih cepat, jadi saya aplikasikan di KKN kali ini untuk membantu pertanian di Desa Suren,” kata Dinda, salah satu mahasiswa KKN Kolaboratif di Desa Suren yang sedang menempuh pendidikan di bidang Agribisnis Pertanian.
Para petani di Desa Suren menunjukkan respon positif dan rasa antusias untuk mencoba dan menerapkan penggunaan L-Gro. Dengan adanya kegiatan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan L-Gro oleh mahasiswa KKN Kolaboratif bersama Kelompok Tani Desa Suren ini, diharapkan dapat menjadi awal baru untuk perbaikan dan perkembangan sektor pertanian di Desa Suren.
Tim / red
Tidak ada komentar