Muskerwil Ansor Jatim Jadi Momentum Perkuat Peran Kebangsaan
Malang,pilarpubliknews.com
Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) di BBPPMPV BOE Blimbing, Kota Malang, pada 8–9 November 2025. Dengan mengusung tema “Mengawal Aspirasi, Menjaga Kondusivitas”, kegiatan ini menegaskan komitmen Ansor dan Banser untuk tetap menjadi penjaga stabilitas sosial-politik serta benteng moral masyarakat di tengah riuhnya kontestasi kepentingan.
Rangkaian kegiatan Muskerwil dimulai dengan Apel Banser Parade Budaya 4 Pilar MPR RI, yang menjadi simbol kesetiaan Banser terhadap nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila. Acara dilanjutkan dengan Pembukaan Muskerwil dan Pengukuhan Satkorwil Banser Jawa Timur, serta Seminar Nasional Kepemiluan bertajuk “Masa Depan Demokrasi di Indonesia” yang menghadirkan tokoh-tokoh strategis dari kalangan akademisi, pemerintah, dan tokoh masyarakat sipil.
Muskerwil ini dihadiri oleh sejumlah tamu penting, di antaranya Prof. Dr. H. Bianto, M.Ag (Staf Ahli Menteri Dikdasmen), Wakil Ketua Umum PP GP Ansor Lora H. Ach. Ghufron Siradj, Mr. Isaac (Konsulat Taiwan), Wakil Wali Kota Malang H. Ali Mutohirin, dan Wali Kota Blitar H. Sauqul Muhibbin. Hadir pula jajaran pengurus pusat dan wilayah, seperti H. Syafiq Syauqi Lc (Kasatkornas Banser), H. Abdussalam (Wakil Bendahara Umum PP GP Ansor), H. M. Hasan Bisri (Ketua PP/Korwil Jatim), Ketua PW Ansor Jatim H. Musaffa’ Safril, Kasatkorwil Banser Jatim H. Reza Ali Faizin, serta unsur Kepolisian Resor Kota Malang.
Dalam sambutannya, Ketua PW Ansor Jawa Timur, H. Musaffa’ Safril, menegaskan bahwa Muskerwil bukan sekadar forum evaluasi program, tetapi menjadi momentum mempertegas posisi strategis Ansor di tengah situasi bangsa yang kian kompleks.
“Kita ini bukan hanya organisasi kepemudaan, tapi juga benteng ideologis bangsa. Ansor harus berdiri di barisan depan mengawal aspirasi masyarakat, namun tetap menjaga kondusivitas agar energi perubahan tidak berubah menjadi konflik sosial,” tegas Musaffa’.
Menurutnya, generasi muda Ansor harus mampu membaca arah zaman dan menempatkan diri secara cerdas di antara dinamika politik, ekonomi, dan sosial. Ia mengingatkan bahwa menjaga kondusivitas bukan berarti pasif atau diam, melainkan memastikan bahwa setiap aspirasi masyarakat disalurkan secara konstruktif dan bermartabat.
“Menjaga kondusivitas bukan berarti menutup ruang kritik. Justru kita harus memastikan kritik itu lahir dari cinta kepada negeri. Dan di situlah peran Ansor menyalurkan aspirasi umat agar tidak tersesat menjadi anarki,” tambahnya.
Sementara itu, Kasatkorwil Banser Jawa Timur, H. Reza Ali Faizin, menegaskan bahwa seluruh jajaran Banser di Jawa Timur siap siaga total dalam menjaga keamanan dan ketertiban sosial, terutama menjelang masa-masa politik yang rawan provokasi dan disinformasi.
“Banser tidak pernah diam saat ada ancaman terhadap Pancasila, NKRI, dan ketenangan masyarakat. Kami bukan pasukan politik, tapi penjaga nilai. Kesiapsiagaan ini bukan soal kekuatan fisik, tapi soal komitmen ideologis,” tegas Reza.
Ia menambahkan bahwa pengukuhan Satkorwil Banser Jawa Timur menjadi simbol konsolidasi dan penguatan struktur organisasi yang solid dan responsif terhadap tantangan zaman.
“Banser Jawa Timur akan terus bergerak dengan disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab. Kita jaga marwah organisasi dengan tindakan nyata di lapangan menjaga kondusivitas, membantu masyarakat, dan memastikan bahwa tanah air ini tetap aman bagi semua,” pungkasnya.
Tidak ada komentar