MENU Rabu, 22 Apr 2026

Kurangnya penanganan “Warga Winongan Keluhkan Lumpur Tebal Pasca Banjir”

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Des 2024 00:59 0 111 admin

Kurangnya penanganan “Warga Winongan Keluhkan Lumpur Tebal Pasca Banjir”

 

PASURUAN,Pilarpubliknews.com

Warga Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, mengeluhkan kondisi lingkungan mereka yang dipenuhi lumpur tebal pasca banjir besar yang melanda wilayah tersebut beberapa hari lalu. Lumpur yang menggenang di jalan dan permukiman warga menyulitkan aktivitas sehari-hari dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi masalah kesehatan.

 

Salah satu warga sekaligus sebagai Kepala Dusun Gambiran Desa Bandaran, Ahmad Khusaeri (53), mengungkapkan bahwa lumpur yang tertinggal setelah banjir membuat jalanan menjadi licin dan berbahaya. “Kami susah lewat, anak-anak takut jatuh, dan motor juga sulit melintas. Belum lagi bau tak sedap dari genangan lumpur,” ujarnya.

 

Selain itu, warga juga mengeluhkan lambatnya penanganan pasca banjir dari pihak terkait. Menurut mereka, hingga saat ini belum ada tindakan nyata untuk membersihkan lumpur secara menyeluruh. Hal ini diperparah dengan minimnya alat berat yang dapat digunakan untuk mempercepat proses pembersihan.

 

“Kami sudah bergotong royong membersihkan lingkungan, tapi tanpa bantuan alat berat, pekerjaan ini terasa sangat berat,” keluh Siti, seorang ibu rumah tangga.

 

Banjir yang terjadi disebabkan oleh meluapnya Sungai Winongan dan Sungai Beji akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Pasuruan dan di tambah dengan banjir kiriman dari hulu. Selain meninggalkan lumpur, banjir juga menyebabkan beberapa rumah warga rusak dan barang-barang mereka hanyut.

 

Camat Winongan, Ganis Subintang melalui pernyataan resminya, mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar. “Kami sedang koordinasi dengan dinas terkait untuk mendatangkan alat berat dan menyediakan bantuan tenaga,” ujarnya. Jum’at (27/12/24).

 

Namun, warga berharap pemerintah daerah dapat segera bertindak untuk mengatasi masalah lumpur ini agar mereka bisa kembali menjalani aktivitas normal. Mereka juga berharap adanya solusi jangka panjang untuk mencegah banjir serupa di masa mendatang.

Agus

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA