MENU Minggu, 19 Apr 2026

Tak punya adab Oknum WOM main halus menipu korban dengan tipu daya miris kayak hipnotis 

waktu baca 2 menit
Sabtu, 16 Nov 2024 09:41 0 155 admin

Tak punya adab Oknum WOM main halus menipu korban dengan tipu daya miris kayak hipnotis

 

 

Pasuruan, pilarpubliknews.com

sabtu, 16/11/2024- oknum WOM finance cabang kota pasuruan berulah lagi bermacam macam modus tipu daya ke pihak korban dengan mengajak berunding di kantor WOM Jl. Dokter Wahidin Sudiro Husodo, No.5, Pekuncen,kota pasuruan kecamatan Panggungrejo

 

Seorang yang berinisial (VN) yang sebagai debitur merasa di tipu daya oleh oknum WOM, kolektor dengan di datangi ke rumahnya untuk membuat kesepakatan sanggup untuk melunasi tunggakan tersebut biar ada jalan keluar di bujuklah ke kantor WOM membuat surat pernyataan

.

Dengan punya niat baik datanglah (VN) ke kantor WOM sesampainya masuk lah ke ruangan dan di sambut DONI dari pihak WOM membuat surat pernyataan perjanjian untuk pembayaran/kesanggupan setelah negosiasi (VN) ke pihak WOM beliau sanggup bayar tanggal 25 November 2024 kira kira paling lambat 3 hari dari tanggal 25/11/2024 dan ada yang ganjal di dalam ruangan saat mau tanda tangan di tutupi telapak tangan di atas bagian tersebut biar pihak debitur tidak bisa melihat isi perjanjian tersebut setelah masalah sudah selesai keluarlah (VN) langsung kaget ternyata mobil nya di sita oleh pihak Depkolektor WOM bahwa mobil tersebut tidak bisa buat pulang karena sudah ada perjanjian barusan di dalam ruangan ternyata (VN) tidak menyadari kalo di tipu daya oleh pihak WOM dengan kecewanya VN merasa di tipu, akhirnya pulang naik grab ,ucap VN pada tanggal 13/11/2024

 

Hal ini, Wartawan mendatang kantor WOM untuk menemui Fanani selaku kepala cabang. Namun sayang, kedatangan beberapa wartawan tidak ditemui diduga dengan sengaja menghindari wartawan sebab sewaktu wartawan datang ada dikantor dan ditemui oleh Head collector cabang WOM Kota Pasuruan.

 

“Barusan keluar Pak Fanani, katanya ada rapat penting, dan prosedurnya untuk menemui direktur harus menemui bawahan dulu,” ujar Halim selaku Head collector cabang WOM Kota Pasuruan.

 

Halim juga menerangkan terkait penjabelan unit tidak tahu menahu karena sudah diberikan kekuasaan kepada PT yang direkomendasikan oleh pihak WOM pusat. Serta menerangkan bahwa pihak debitur tetap harus membayar biaya penarikan sekaligus melakukan pelunasan.

 

Pihak WOM juga berdalih, unit telah dibawa ke Sidoarjo dan pihak WOM Kota Pasuruan mengambil dari sana. “Kita mengambil dari WOM Sidoarjo, jadi untuk biaya harus membayar biaya tarik dan pelunasan,

 

Red

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA