MENU Minggu, 19 Apr 2026

Jika Terpilih Calon Tunggal Harus Buktikan Program Nyata 

waktu baca 3 menit
Kamis, 14 Nov 2024 00:22 0 144 admin

Jika Terpilih Calon Tunggal Harus Buktikan Program Nyata

 

Pasuruan , pilarpubliknews.com

Aktivis Kota Pasuruan, Musa Abidin, mengomentari keberadaan calon tunggal dalam Pilkada Kota Pasuruan. Pilkada kali ini hanya menyisakan pasangan calon (paslon) Adi Wibowo – Mokhamad Nawawi melawan pilihan kotak kosong. Kamis (14/11/2024).

 

Menurutnya, opsi kotak kosong adalah cerminan dinamika politik di Kota Pasuruan, untuk mengakomodir warga yang mungkin merasa kurang puas dengan hanya adanya satu calon.

Musa mengingatkan bahwa paslon tunggal telah melalui tahapan sesuai regulasi, mulai dari proses internal partai hingga tahapan Pilkada yang telah diatur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Semua tahapan telah diatur dalam ketentuan yang berlaku.

 

“Selain itu, Musa juga mengingatkan bahwa meski hanya terdapat dua opsi pilihan, aturan pelaksanaan Pilkada tetap berlaku, termasuk netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan aparatur pemerintah lainnya. Proses pemilihan harus dilakukan dengan jujur dan adil,” lanjut Musa.”

Ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas selama proses pemilihan. “contohnya pelanggaran terhadap netralitas ASN, janji – janji untuk memilih atau bahkan “untuk tidak memilih kandidat tertentu” adalah bentuk pelanggaran yang memiliki konsekuensi hukum, jadi semua harus proporsional,” tegas Musa.

Lebih lanjut, Musa menekankan bahwa hal yang paling penting saat ini bukanlah untuk membahas demokrasi, baginya hal itu telah selesai pada tahapan yang telah dilalui. Saat ini yang paling mungkin adalah peran masyarakat dalam menilai visi, misi, dan kompetensi dari paslon tunggal.

Sebagai satu-satunya calon, mereka dituntut untuk meyakinkan masyarakat bahwa program-program yang ditawarkan realistis, berbasis kajian matang, dan relevan dengan kebutuhan Kota Pasuruan.

“Sebagai calon tunggal, mereka harus mampu menunjukkan bahwa setiap program yang dijanjikan tidak hanya sekadar janji. Ada banyak tantangan nyata di Kota Pasuruan yang memerlukan solusi konkret. Program yang ditawarkan harus berdasar pada kajian yang solid dan dapat dilaksanakan,” kata aktivis yang juga pimpinan LSM Gerah ini.

Dirinya menyoroti pentingnya kompetensi dalam birokrasi, mengingat pejabat publik memerlukan pengetahuan mendalam dan keahlian teknis untuk menjalankan kebijakan secara efektif. “Kita perlu sosok-sosok yang tidak hanya punya loyalitas, tetapi juga kapasitas dan pemahaman mendalam atas persoalan kota ini. Kompetensi dan profesionalisme dalam birokrasi adalah syarat mutlak agar pemerintahan dapat berjalan efektif,” tambahnya.

Ia juga menyoroti bahwa kompetensi harus mencakup kemampuan analisis, penyusunan kebijakan, hingga pemantauan implementasi program. Hal ini perlu karena sering kali kebijakan yang baik hanya berhenti pada tataran konsep. Dirinya menekankan bahwa untuk mendorong perkembangan kota, pejabat yang kompeten harus memahami bagaimana menciptakan solusi yang inovatif, relevan, dan berdampak nyata.

“Kandidat tunggal perlu memperkuat komitmennya untuk memilih figur-figur yang kompeten dalam birokrasi, bukan hanya sosok yang loyal dan patuh tapi harus memastikan bahwa setiap jabatan diisi oleh orang-orang yang benar-benar mampu bekerja dan memberikan hasil yang nyata bagi masyarakat. Kompetensi dan integritas dari setiap individu di birokrasi adalah pondasi utama dari birokrasi yang melayani rakyat,” jelasnya

Musa mengingatkan bahwa birokrasi yang bersih, kompeten, dan profesional adalah fondasi yang sangat kuat bagi pemerintahan yang berorientasi pada kepentingan publik. Tanpa kompetensi yang cukup, visi dan misi paslon tunggal akan sulit terwujud, dan hanya menjadi retorika yang tak berarti. Musa mengajak masyarakat untuk kritis, terus memantau, dan memastikan bahwa kinerja paslon tunggal jika terpilih nanti sesuai dengan harapan publik.

“Hal yang paling rasional saat ini adalah berperan aktif dalam mendampingi, menemani, membantu sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan calon terpilih agar sesuai dengan yang kita harapkan. Tantangan kita saat ini adalah menjaga agar proses pemerintahan berjalan sehat dan tidak kehilangan arah, kita jangan sampai kehilangan waktu ataupun momentum untuk berkembang demi mewujudkan Kota Pasuruan yang lebih sejahtera,” tutupnya

 

Red

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA